Jumat, 02 Mei 2014

Geotekstil Woven

Pengertian geotextile woven adalah salah satu jenis Geotextile teranyam. yang terbuat dari bahan dasar Polypropilene. agar mempermudah pengaplikasiannya, Geotextile Woven seperti karung beras tapi bukan yang terbuat dari bahan goni tetapi berwarna hitam dari bahan sintetik.










Geotextile Woven memiliki fungsi sebagai bahan stabilisasi tanah dasar terutama tanah dasar lunak agar tanah tersebut bisa terlapisi dan tidak mudah turun permukaannya karena dilapisi geotextile woven, karena Geotextile jenis ini mempunyai tensile strength (kuat tarik) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Geotextile Non Woven sekitar 2 kali lipat untuk gramasi atau berat per m2 yang sama.

Geotextile Woven memiliki membrane effect, yang mengandalkan tensil strength, sehingga tidak mereduksi terjadinya penurunan tanah setempat (differensial settlement) akibat tanah dasar yang lunak
Untuk mencari Geotextile Woven dengan  kualitas baik buatan lokal yang biasa digunakan di proyek infrastruktur anda perlu mencari referensi geotextile

Geotekstil Non Woven


Geotextile Non Woven, adalah Filter Fabric yang jenisnya tidak teranyam, berbentuknya seperti karpet kain. Umumnya bahan dasarnya terbuat dari bahan polimer Polyesther atau Polypropylene.
 
Geotextile Non Woven digunakan sebagai :

Penyaring (Filter)
Penyaring Geotextile Non Woven bermanfaat untuk mencegah terbawanya partikel tanah pada aliran air. Geotextile Non Woven bersifat permeable (tembus air) oleh karena itu air dapat melewati Geotextile dan partikel tanah dapat tersaring,. Aplikasi Geotextile Non Woven biasanya digunakan sebagai aplikasi filtrasi pada proyek drainase bawah tanah.

Aplikasi Separator / Pemisah
Bahan geotextile non woven digunakan sebagai aplikasi pemisah agar mencegah tercampurnya material yang satu dengan material yang lain. Seperti penggunaan Geotextile pada proyek pembangunan jalan di atas tanah yang dasarnya lunak. Pada proyek tersebut, Geotextile berguna untuk mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, Supaya tidak terjadi pumping effect yang akan merusak perkerasan jalan yang sudah terbentuk. Keberadaan Geotextile dapat mempermudah proses pemadatan sistem pengerasan.

Aplikasi Stabilisator

Manfaat Geotextile biasa disebut sebagai Reinforcement / Perkuatan. Contohnya dipakai untuk proyek timbunan tanah, penguatan lereng agar tidak longsor dll. Fungsi tersebut masih dijadikan perdebatan dikalangan ahli geoteknik, karena Geotextile metode kerjanya menggunakan membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan pada timbunan setempat masih besar, dan geotextile kekuatannya kurang karena bahan geotextile memiliki sifat mudah mulur bila terkena air (terjadi reaksi hidrolisis) hal tersebut rawan untuk bahan penguatan lereng.

Fungsi Lainnya
Fungsi Geotextile lainnya yaitu sebagai pengganti karung goni pada proses curing beton karena dapat mencegah terjadinya retak saat proses pengeringan beton baru.

Pemasangan Geotekstil

Geotextile memiliki kerapatan yang cukup seperti bahan biasa namun masih tembus dengan air tapi berguna untuk memisah tanah dengan material yang ada diatasnya cara pemasangan geotextile pun tidak sembarangan, berikut ada beberapa cara pemasangannya:

1. Geotextile harus digelar diatas tanah yang tidak bergelombang atau tidak berkerut dengan

    tehnik perataan tanah.

2. Atur pemasangan geotextile dengan overlapping dan penyambungan geotextile yang jelas 

    sesuai aturan
    -pemasangan geotextile pada daerah yang berbelok belok atau seperti kurva sebaiknya di  
     pasang mengikuti arah kelokannya.
    -Untuk penyambungan Geotextile jika Overlap dilebihkan (0,5 m - 1 m) jika di jahit dilebihkan 
     (>10 cm)
    -pemasangan geotextile sebaiknya jangan membuat overlapping  atau jahitan pada daereh  

     dengan beban lalu lintas


Demikian pembahasannya tentang tehnik pemasangan geotextile semoga bermanfaat untuk pengetahuan anda.

Fungsi Geotekstil

Geotextile adalah salah satu bahan dari Geosynthetic yang biasanya di pakai untuk proyek jalan lalu lintas dll, seperti yang kita ketahui bahwa geotextile digunakan untuk melapisi permukaan tanah agar tidak mengalami penurunan  ada empat fungsi dasar yang ditetapkan untuk geotekstil yaitu: penyaringan, pemisahan, drainase, penguatan, berikut penjelasannya:

Penyaringan
Fungsi filtrasi untuk membatasi migrasi partikel tanah halus dari massa tanah , namun tetap permeabel terhadap pergerakan air lebih besar dari, atau paling tidak setara dengan permeabilitas tanah yang dilindungi .

Drainase
Air mengalir sepanjang jalan geotekstil karena konstruksi, dan kemudian ke stopkontak. Air dapat mengalir secara vertikal maupun horizontal disampaikan. Drainase adalah terkait dengan peran filtrasi , dan merupakan fungsi dari permeabilitas geotextile dan ukuran bukaan pori atau porometry .

Pemisahan
Pemisahan adalah fungsi yang mencegah dua tanah yang berbeda dari bahan yang berbeda dari mencampurkan . Faktor kunci untuk geotekstil untuk memenuhi fungsi ini adalah porometry , ketangguhan dan kekuatan .


Penguatan
Fungsi ini melibatkan stabilisasi massa tanah dengan pemberian kekuatan tarik ke sistem tanah - kain .

Temuan geotekstil dapat dinyatakan sebagai hubungan antara 4 fungsi dasar dan sifat-sifat yang dibutuhkan oleh insinyur desain untuk memenuhi kriteria tertentu , yang akan berhubungan dengan aplikasi tertentu.

Definisi Geotextile dan Beberapa Jenisnya nya

Seperti kata “ tekstil” yang tertera pada namanya, Geotekstil berbentuk layaknya lembaran kain yang dianyam, dirajut, maupun dikompres yang terbuat dari serat – serat polimer. Geotekstil merupakan Geosintetik yang bersifat permeable. Menurut ASTM D4439, Geotekstil didefinisikan sebagai : 

Geosintetik permeabel yang semata-mata berbentuk tekstil. Geotekstil digunakan pada pondasi, tanah, batuan, bumi, atau aplikasi Geoteknik lainnya sabagai material pelengkap dalam suatu produk, struktur maupun sistem buatan manusia. 

Geotekstil merupakan bagian terbesar dari Geosintetik karena fungsinya yang cukup variatif. Sebagian besar Geotekstil terbuat dari Polypropylene, walaupun penggunaan Polyester dan Polyethylene cukup banyak ditemukan. Bahan – bahan polymer di atas dibentuk menjadi serat – serat ( benang – benang ) yang kemudian difabrikasikan menjadi Geotekstil woven dan non-woven. Beberapa detail dasar yang perlu diketahui dari bahan Geotekstil adalah tipe serat dan tipe penyatuan serat. 
 
Pengertian Geotekstil dan Penggolongannya 
 
 
Geotekstil digolongkan menjadi 2 ( dua ) tipe : 

Woven : tipe Geotekstil dengan pori yang lebih besar dan anyaman seratnya lebih teratur. 

Non – Woven : tipe Geotekstil dengan pori sangat kecil dan seratnya tidak teratur dan tidak di anyam. 

Tipe serat dibagi menjadi 7 jenis

♦ Monofilament 
♦ Multifilament 
♦ Staple Fibers 
♦ Continuous Filament 
♦ Staple yarn 
♦ Silt Film Monofilament 
♦ Slit Film Multifilament 

Geotube dapat dibuat dari Geotekstil woven maupun non – woven, namun perbedaan bahan ini dapat memberi karakteristik yang berbeda pada tube. Geotekstil Woven mempunyai kuat tarik dan bukaan pori yang lebih besar dibanding Geotekstil non – woven. Sedangkan permeabilitas, ketahanan jebol dan elongasi non – woven cenderung lebih besar dibanding woven. Properti – properti Geotekstil ini akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan jenis tube yang akan dipergunakan.